
[SURYA, 25 Maret 2008] Ahmad Subchan, calon Wali Kota Malang dari PKS menilai, meski selama ini Pemkot Malang telah melibatkan kecamatan dan kelurahan dalam melakukan pembangunan, namun baru berbasis sentralisasi. Untuk itu ke depan, Subchan mengajak pelaksanaan pembangunan harus melibatkan rakyat dengan berbasis desentralisasi, sehingga RT, RW sampai LPMK terlibat langsung. “Masyarakat Malang yang guyub dan cintai damai merupakan modal besar untuk membangun Kota Malang,” kata Subchan pada acara soft launching sebagai calon Wali Kota Malang periode 2008-2013 di Gedung Pertemuan Graha Tirta, Minggu (3/2).
Dalam acara itu, dihadiri ratusan kader dan anggota PKS se-Kota Malang. Subchan merupakan calon Wali Kota asal PKS yang mendapat rekom dari DPP/DPW PKS. Rekom Subhan dari DPW PKS Jatim, keluar 27 Desember 2007 lalu dengan No 11/D/SKEP/DPW-PKS/1428.
Subchan yang mantan anggota DPRD Kota Malang pada 1999-2004 akan maju sebagai calon wali kota dengan memiliki jargon Mbelani wong Malang. Maksudnya, dia akan mengubah kondisi masyarakat Malang, mulai sektor ekonomi sampai mengurangi angka pengangguran.
Caranya, dia akan melibatkan semua elemen masyarakat. Untuk mengurangi pengangguran, dia akan melakukan program pemberdayaan kepada masyarakat supaya tercipta lapangan pekerjaan. “Tentu saja, itu harus menggandeng pengusaha sebagai mitra pemerintah,” tegas Subchan yang memakai baju koko ini.
Mengenai dunia pendidikan, Subchan berjanji akan membebaskan biaya sekolah. Caranya, dia akan membuat sekolah khusus untuk orang miskin yang seluruh biayanya akan digratiskan.
Tak lupa, Subchan akan memperhatikan lingkungan. “Menipisnya ruang terbuka hijau (RTH) menjadi mimpi buruk bagi kota ini. Daerah yang jadi paru-paru kota, harus tetap dijaga dan menambah RTH baru. RTH yang sudah berubah, akan kami kembalikan kepada fungsi semula. Minimal kami dapat menambah RTH di tengah kota,” tegasnya sambil menyoroti buruknya pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin.